Mengapa al-Mahdi Harus Gaib?

Eksistensi memancar pada segala sesuatu dalam dua sisi: yang tak-tampak dan yang tampak. Eksistensi tak-tampak seperti ruh, jiwa, akal, perasaan, dan sebagainya adalah dimensi yang tak-terbatasi; sedangkan perwujudan lahiriah seperti lembaran yang sedang Anda baca ini, tubuh Anda yang sedang menggigil kedinginan atau berkeringat kegerahan…adalah sisi yang terbatas dan terukur. Jadi, semua yang terlihat atau terindra adalah sisi terbatas, terukur dan terkecil dari eksistensi.Ketika sampai pada dua sisi eksistensi ini, sebagian orang tak mampu memahami apa yang di luar alam yang terbatas dan terindra ini. Orang itu lalu sesumbar bahwa materialitas identik dengan keseluruhan eksistensi. Tapi klaim semacam ini di ranah ilmu pengetahuan dianggap tak lebih dari kebodohan dan kesombongan. Satu-satunya “alasan” di balik klaim semacam itu adalah ketiadaan bukti akan adanya sesuatu di luar yang mereka bisa indrai. Padahal, secara logika, ketiadaan-bukti bukanlah suatu bukti, melainkan keadaan negatif yang hanya menyatakan ketidaktahuan atau kebodohan dan tidak bisa menghasilkan kesimpulan apa-apa.

Prinsip ilmu menandaskan “premis negatif tidak bisa memberikan kesimpulan afirmatif”. Yakni, orang yang tidak mengetahui X tidak bisa secara afirmatif menafikan X. Sialnya, dengan kesombongannya, manusia sering beranggapan bahwa apa yang diketahuinya sama dengan apa yang ada dan apa yang tidak diketahuinya sama dengan ketiadaan. Kerancuan berpikir ini sering kita temukan dalam banyak bidang kemanusiaan dan keagamaan.

Dalam kehidupan sehari-hari, sebetulnya kita selalu mengalami efek dari sisi gaib eksistensi. Gravitasi, gelombang, virus, molekul, sel, atom, sumber-sumber energi, dan lain2 adalah dimensi “gaib” yang senantiasa mempengaruhi kita. Jadi, ada banyak hal gaib yang sungguh-sungguh mempengaruhi kita. Tiap saat, di tiap tempat.

Lebih dari itu, dalam struktur realitas, alam fisik material ini justru menempati posisi paling rendah (ad-dunyâ). Energinya paling redup; ruang dan waktunya juga paling terbatas. Dibanding dengan “ruang dan waktu” yang terdapat dalam imajinasi kita saja alam material ini sudah kalah hebat. Sebaliknya, alam non-material adalah energi murni yang tidak “terpenjara” dalam suatu bentuk dan berada dalam samudera lepas.

Para ahli fisika kuantum menyebut alam non-material itu dengan chaos, para filosof menyebutnya dengan Wujud Abstrak, kaum empiris menyebutnya dengan ketiadaan, dan agama menyebutnya dengan kegaiban sebagai lawan dari ketampakan atau alam batin sebagai lawan dari alam lahiriah. Sebutlah sesuka Anda, karena sisi gaib itu memang pasti ada dan selalu mempengaruhi.

Alam Gaib itu adalah kampung asal dan tempat kembali manusia. Kehidupan fisik sesungguhnya berarti pemenjeraan dan pembatasan ruh. Di alam fisik ini, ruh terkurung dalam terali tubuh yang tidak dapat dilanggarnya. Pada saat ruh terlepas dari alam fisik ini, ia akan kembali bebas dan tidak lagi terbebani. Kata rûh dalam bahasa Arab mempunyai akar kata yang sama dengan râhah, yakni keadaan lapang atau bebas dari beban (relief).

Allah mengutus para nabi, rasul dan imam untuk membebaskan manusia dari kebodohan dan keterjeratan ini. Mereka berjuang keras untuk menyampaikan pesan-pesan Allah agar manusia ingat pada hampung halamannya yang sejati. Mereka mengajak manusia untuk berpikir akan kehidupan selanjutnya, kehidupan setelah kehancuran tubuhnya dan kemusnahan dunia. Tidak hanya itu, mereka secara langsung mencontohkan perilaku dan sikap yang harus diambil oleh seseorang dalam rangka mengarungi perjalanan menuju kehidupan abadi.

Satu demi satu nabi, rasul dan imam dipilih dan diutus untuk umat manusia. Baginda Nabi al-Musthafa saw telah menyempurnakan tugas semua nabi dan rasul untuk menyampaikan wahyu Allah kepada semua manusia. Ajaran dan pesan Allah telah sempurna bagi semua manusia. Rasulullah saw juga telah menyebutkan imam-imam yang ditunjuk oleh Allah untuk membimbing manusia mengarungi jalan menuju kampung yang abadi.

Namun manusia tetap tak sadar diri, bergeming dalam kekafiran dan pengingkaran. Tidak segan-segan mereka memanipulasi agama suci ini demi kepentingan-kepentingan duniawi. Mereka memutarbalikkan ayat-ayat Allah untuk mencapai hasrat-hasrat egoistik-materialistik. Imam-imam yang telah dipilih oleh Allah untuk memimpin manusia diingkari, ditindas dan dibantai satu demi satu. Kegelapan dan kelaliman pun puncaknya benar-benar memenuhi dunia.

Segala benda yang ada di dunia inikini menjerit kesakitan. Perusakan manusia sudah berlangsung melampaui batas. Jika saja Allah bolehkan, dunia mungkin akan meledakkan dirinya sendiri dalam erangan amarah. Matahari pun sudah tak lagi memancarkan cahaya yang menyehatkan, cuaca tidak lagi beraturan, langit menurunkan hujan2 tangisan yang penuh asam, tanah penuh racun, hutan mengering dan terbakar, laut tercemar polusi, udara pengap dan terkontaminasi, binatang-binatang punah, burung-burung tidak lagi bernyanyi, makhluk-makhluk tidak terlihat berubah menjadi virus-virus mematikan. Orang-orang bijak yg berjalan di garis kebenaran pun perlahan dipinggirkan. Mereka diolok-olok layaknya tikus-tikus di got.

Sungguh…dunia ini sudah benar-benar tidak layak untuk ditinggali oleh seorang imam yang suci.

Karena itulah Allah yang Maha Bijak menyembunyikan Imam al-Mahdi, imam terakhir dan pembebas pamungkas umat manusia dalam pelukan-Nya di alam gaib. Beliau didekap-Nya dalam balutan cahaya rahmat, pengetahuan, kekeramatan dan kemampuan gaib. Inilah Imam yang kelak bangkit untuk menindak dan membalas, memenuhi bumi manusia dengan keadilan dan kebenaran setelah dipenuhi dengan kelaliman dan kebejatan.

Dalam banyak riwayat beliau diberi gelar al-Qâim, yakni seseorang yang bangkit untuk menegakkan keadilan dan kebenaran. Tugas beliau bukan lagi untuk mengajar atau menyampaikan kebenaran, melainkan menghakimi dan menindak tegas semua bentuk pelanggaran.

Saat menafsir firman Allah: “Orang-orang yang berdosa dikenali melalui tanda-tanda mereka, lalu dipegang ubun-ubun dan kaki-kaki mereka (untuk ditindak)” (QS 55:41), Imam Ja’far ash-Shadiq as. berkata: “Allah mengenali para durja itu dan memberitahu al-Qaim dan sahabat-sahabatnya tanda-tanda mereka untuk menindak mereka.”

Di saat itulah terbentang keadilan, kemakmuran, kedamaian, kemerdekaan dalam arti yang hakiki, tanpa penindasan dan perbudakan dalam segala dimensinya. Dan inilah janji Allah seperti termaktub dalam QS surah ke-21 ayat 105; QS ke-24 ayat 55; QS ke-28 ayat ke-5. Mungkin hanya kebetulan saja bahwa ayat-ayat ini semuanya berangka 5, tapi mungkin juga tidak.

Wallahu a’lam

Sumber : http://musakazhim.wordpress.com

Satu Tanggapan

  1. KHUTBAH IDUL FITRI 2010 OLEH IMAM MAHDI AL JABIR

    Ditulis oleh himpass di/pada Oktober 2, 2010

    Itu ayat-ayat Allah, kami membacakannya kepadamu dengan benar, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar salah seorang di antara rasul-rasul.

    Wahai sekalian manusia, sudah 10 tahun aku bacakan ayat2 Allah kepadamu, maka sebagian kamu ada yg percaya dan sebagian mereka ada yg mengingkari. Yg percaya mengetahui dan menyadari bahwa yg aku bacakan adalah muthlak ayat2 Allah yg tidak ada keraguan padanya. Yg tidak dicampuri oleh sebarang kitab yg dikarang oleh manusia, baik kitab arab, kitab jawi, kitab kuning atau kitab2 selain AlQur`an yg selalu oleh orang2 yg mengingkari menempatkan kitab2 tsb berdampingan dgn AlQur`an. Dgn kata lain bagi orang2 yg mengingkari, ada bagi mereka kitab selain atau sebelum AlQur`an yg mesti atau wajib mereka perpegangi dgn teguh.

    Atau Adakah kami memberikan sebuah Kitab kepada mereka sebelum Al Quran, lalu mereka berpegang dengan Kitab itu ?

    Ketahuilah olehmu, aku sampaikan Ayat Allah atas perintah Allah, sehingga tidak diterima alasanku untuk mengelak dengan mengatakan: “Maa ana bi qari”, “aku tidak bisa bahasa Arab”, “aku tidak pandai ilmu tafsir”, “aku tidak ahli nahwu” dan sebarang kata untuk menghindar. Maka bagi yg percaya tidak sedikitpun mereka ragu dengan apa yg aku bawakan berupa keterangan2 yg jelas yakni AlQur`an. Tidaklah orang beriman banyak bernyata atau bertanya ketika aku sedang menyampaikan AlQur`an dgn perkataan, “ini cerita orang dulu Pak Jubeir…” atau “dhamirnya ini kemana Pak Jubeir…”, bahkan mereka tersungkur sujud berserah diri dengan pengakuan dihadapanku bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad Utusan Allah. Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa Muhammadar rasuulallaah.

    Bagi yg mengingkari, AlQur`an yg aku bacakan menjadi kebimbangan dan keraguan yg menggelisahkan, shg AlQur`an bagi mereka menjadi kegelapan. Aku seru mereka dgn AlQur`an bagaikan menyeru dari tempat yg sangat jauh.

    Dan Jikalau kami jadikan Al Quran itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan: “Mengapa tidak pernah dijelaskan ayat-ayatnya?” apakah yang membacakannya orang selain Arab sedangkan ini Bahasa Arab? Katakanlah: “Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Quran itu suatu kegelapan bagi mereka. mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh.

    Aku bacakan AlQur`an kepadamu sekalian dengan kekuatan Allah yg tiada menandingi kekuatannya oleh manusia manapun dimuka bumi ini, walau mereka menuntut ilmu sampai kenegri Arab dgn berbagai gelar dunia atau sampai alam gaib, sekalipun mereka bersatu dgn para jin. Maka degarkanlah baik2 ayat2 Allah yg aku bacakan kepadamu sekalian dan terimalah! Percayalah!, baik dengan suka atau terpaksa. Dogma dan doktrin agama yg kamu telah dapatkan sedari nenek moyangmu, yg dipelajari dari sekolah2 dgn memakai kitab2 yg dikarang dan dibuat2 manusia mengakibatkan timbulnya keyakinan, perkataan sampai perbuatan yg bunyinya, “dgn mempelajari kitab2 sekolah itu barulah bisa mengerti ayat2 Allah atau AlQur`an”. Dgn kata lain, mereka menyakini bahwa, kitab2 yg mereka pelajarilah yg menerangkan AlQur`an. Pada hal AlQur`anlah yg menjelaskan segala sesuatu serta sebagai petunjuk dan rahmat bagi yg percaya.

    Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.

    Alaahu akbar 3x walillaahilhamd

    Itu ayat-ayat Allah, kami membacakannya kepadamu dengan benar, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar salah seorang di antara rasul-rasul.

    Wahai jama’ah shalat ‘idul fithri yg di rahmati Allah. Aku bacakan kepadamu AlQur`an ini dengan sebenar2nya, agar kamu berpegang teguh padanya karena ini adalah Kalam Tuhanmu, bahwa sesungguhnya kamu benar2 salah seorang diantara rasul-rasul itu. Apakah kamu percaya Kalam Tuhanmu ini dengan ikhlash?! Akupun tau bahwa amat berat mempercayainya. Sebahagian akan mengatakan: “mustahil ini bisa terjadi”, “ini mengada-ada”, “ini sihir yg nyata” dan sebarang perkataan keraguan bahkan pengingkaran. Namun ingatlah olehmu sekalian bahwa dikalangan kamu ada rasul Allah. Yg ia lebih mengikuti perkataan Tuhannya dari pada perkatan manusia dimuka bumi ini, walau semua manusia dimuka bumi ini telah sepakat dgn kata2 pada kitab selain AlQur`an yg disejajarkan mereka dgn AlQur`an karena ada ayat2 Alqur`an didalamnya.

    Bagi kamu yg percaya dgn ikhlash, maka benarlah kerinduanmu pada rasul Allah kecintaanmu kepada Rasul Allah dan benarlah kamu sedang berada diatas jalan yang lurus. Kamulah orang2 yg cerdas walaupun kamu tak pernah duduk dibangku sekollah, tak pernah kenegri Arab apalagi tau Bahasa Arab.

    Dan Ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu ‘cinta’ kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. mereka Itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,

    Sebaliknya kamu ragu2 bahkan tidak menerima atau tidak percaya pada kalam Tuhanmu ini, walaupun kamu sudah jadi professor dalam bidang agama, sudah dipanggil ustad, kiayi, shekh, guru dsb, sudah pergi mengelilingi bangunan tua di Mekkah dgn disuntik babi berkali2 yg diberi gelar haji jika sudah pulang, ketahuilah olehmu kamu sedang dalam keadaan jahiliyah yg nyata. Na’udzubillaah, tsumma na’udzubillaahi min dzaalik.

    Kedatangan Rasul Allah yang membawakan berita besar (naba` – nabi) ditandai dgn bertashbihnya segala apa yg dilangit dan dibumi kepada Allah sang Pencipta yg mendatangkan Rasul itu. Tapi oleh orang2 mengatakan musibah atau bencana alam. Kedatangan para pembawa berita besar (naba`- nabi) pada suatu negri ditandai dengan disempitkan dan menderitanya penduduk suatu negri itu, karena kebanyakan penduduk negri itu yg mendustakan dan mengingkari Rasul pembawa berita besar tsb.

    Kami tidaklah mengutus seseorang nabipun kepada sesuatu negeri, (lalu penduduknya mendustakan nabi itu), melainkan kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan supaya mereka tunduk dengan merendahkan diri.

    Namun seandainya penduduk negri itu menerima dan percaya dgn apa yg diturunkan Allah, yg berupa anak manusia sebagai nikmat Allah yg paling besar, yg diminta2 oleh manusia baik yg berada dilangit dan bumi setiap waktu, maka nikmat tuhan kamu yg mana lagi yg kamu dustakan?!

    Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, Pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan, Maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

    Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

    Semua yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepadanya setiap waktu, dia dalam kesibukan.

    Maka nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan?

    Allaahu akbar 3x walillaahilhamd

    Itu ayat-ayat Allah, kami membacakannya kepadamu dengan benar, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar salah seorang di antara rasul-rasul.

    Rasul-rasul itu kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian yang lain. di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya[158] beberapa derajat. dan kami berikan kepada Isa putera Maryam beberapa mukjizat serta kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus[159]. dan kalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang (yang datang) sesudah rasul-rasul itu, sesudah datang kepada mereka beberapa macam keterangan, akan tetapi mereka berselisih, Maka ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) di antara mereka yang kafir. seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. akan tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya.

    Allaahu akbar 3x walillaahilhamd

    254. Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezki yang Telah kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa’at[160]. dan orang-orang kafir Itulah orang-orang yang zalim.

    255. Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi[161] Allah meliputi langit dan bumi. dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha besar.

    256. Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya Telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut[162] dan beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia Telah berpegang kepada buhul tali yang amat Kuat yang tidak akan putus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.

    257. Allah pelindung orang-orang yang beriman; dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

    MEDAN-SUMATRA UTARA – INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: