Universal Dan Persatuan Islam

Suatu permasalahan yang sangat jelas bahwa agama Islam menolak sebuah konsepatauideologi  fanatisme dan  nasionalisme kesukuan atau kebangsaan. Islam adalah agama yang bersifat universal dengan memandang dan memperhatikan semua suku, kaum dan bangsa yang beraneka ragam, dan tidak memandang suku, kaum dan bansa tertentu. Dan Islam sejak awal kemunculannya telah mengajak kepada seluruh manusia untuk mencabut dan menghancurkan akar-akar kefanatisan suatu kaum atau suku

Sebagian pendapat mengatakan bahwa pada awalnya Rasulullah saw hanya ingin berdakwah dan memberikan petunjuk serta hidayahnya kepada masayarakat Quraisy saja, setelah melihat adanya kemajuan pesat atas dakwah tersebut, beliau memutuskan untuk memperluas dakwahnya itu ke seluruh penjuruh dunia, baik suku Arab ataupun Non Arab.Perkataan tersebut merupakan tuduhan yang tidak argumentatif, bahkan tidak ada satu bukti pun dalam sejarah yang mendukung hal tersebut. Bahkan pendapat itu bertentangan dengan ayat-ayat suci Al-Quran yang diturunkan kepada Baginda Muhammad saw. Banyak dari ayat-ayat Al-Quran yang turun di Makkah di awal bi’tsah (pengangkatan) Muhammad sebagai Rasulullah yang menunjukan keuniversalan Islam tersebut.

Dalam kaitan ini, Allah menjelaskan dalam beberapa ayat-ayatnya seperti:

Surat At-Takwir ayat 27, yang artinya:

“ Al-Quran tiada lain hanyalah peringatan bagi semesta alam”.

Surat Saba’ ayat 28,

“ Dan kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui”.

Surat Al- Anbiyaa ayat 105,

“ Dan sungguh telah kami tulis dalam Zabur sesudah (kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasannya bumi ini dipusakai hamba-hambaku yang soleh”.

Surat Al-Araaf ayat 158,

“ Ktakanlah: “ Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kamu”.

Kita tidak mendapatkan di dalam Al-Quran ayat-ayat yang mengatakan ( wahai orang-orang Arab) atau (wahai orang-orang Quraisy). Benar terkadang kita menemukan dalam beberapa ayat yang objeknya khusus orang-orang yang beriman, misalnya ayat yang mengatakan (wahai orang-orang yang beriman), ataupun ayat-ayat yang objeknya adalah manusia, seperti (wahai manusia), tetapi maksud dari objek-objek tersebut mencakup semua suku, kaum dan ras, bukan kepada suku atau kaum tertentu.

Satu hal yang juga menekankan akan keuniversalan ajaran-ajaran Islam dan juga menunjukan keluasan pandangan agama Islam tersebut bahwasannya Islam telah menyatakan ketidakbutuhannya akan masyarakat atau kaum arab apabila mereka dianggap tidak menerima ajaran agama Islam. Sebagaimana Allah berfirman dalam surat Al-Ann’am ayat 89 yang artinya:

“ Jika orang-orang (Quraisy) itu mengingkarinya, maka sesungguhnya kami akan menyerahkannya kepada kaum yang sekali-kali tidak akan mengingkarinya”.

Di dalam surat An-Nisa, ayat 133, Allah berfirman

“ Jika Allah menghendaki, niscaya Dia musnahkan kamu wahai manusia, dia datangkan umat yang lain (sebagai penggantimu).

Allah juga berfirman dalam surat Muhammad ayat 38 yang artinya:

“ Dan jika kamu berpaling, niscaya dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu ini”.

Ayat-ayat diatas dengan jelas menunjukkan bahwa dalam perspektif Islam antara suku Arab dan selain Arab memiliki sisi kesamaan di saat menerima atau menolak ajaran Islam, dan bahkan kaum arab pun tercela akibat ketidak pedulian atau keacuh-tak acuhan mereka terhadap Islam. Islam hanya ingin memahamkan mereka bahwa agama Islam itu akan berkembang pesat baik mereka ( kaum arab) mengimani Islam atau tidak, karena Islam bukan agama yang dikhususkan dan hanya dimiliki oleh suku, kaum atau ras tertentu. Dan konsep keuniversalan ini merupakan salah satu faktor dalam menciptakan persatuan di tengah umat islam.

Islam Barometer Persatuan.

Islam tidak hanya memiliki dan mementingkan aspek-aspek dan nilai-nilai spiritual belaka, akan tetapi aspek-aspek dan nilai-nilai materi pun juga dimiliki oleh Islam. Oleh karena itu Islam selain mengajarkan kepada umat manusia tentang hubungan manusia dengan Tuhan atau sesuatu non materi yang di dalamnya terdapat nilai-nilai keTauhidan dan keImanan terhadap hal-hal yang ghoib, Islam juga mengajarkan hubungan manusia yang satu dengan manusia yang lainnya yang di dalamnya terdapat nilai-nilai yang mencakup kehidupan sosial seperti, saling menghormati, menolong dan juga mewujudkan keamanan pribadi, keluarga, lingkungan dan Negara serta membasmi kezhaliman dan membela masyarakat lemah, sehingga unsur politik pun merupakan salah satu bagian yang tidak dapat dipisahkan dengan Islam. Selain itu, Islam juga mengajarkan hubungan manusia dengan natural sehingga manusia tidak semena-mena terhadap lingkungan hidup yang ada di sekitarnya.

Islam tidak memandang manusia dari sisi lahiriahnya, seperti kaya, miskin ataupun kulit putih dan hitam, tetapi islam menilai kemuliaaan manusia terletak pada ketaqwaannya. Dan juga menggambarkan bahwa muslim yang satu dan yang lainnya itu bagaikan anggota tubuh, dan apabila salah satu anggota tubuh kita sakit, maka anggota tubuh yang lainpun juga akan sakit. Rasulullah saw dalam salah satu riwayat mengatakan bahwa barang siapa yang tidak memikirkan dan mementingkan problema atau masalah kaum muslim lainnya, maka mereka itu bukan dari golonganku.

Islam telah mengajarkan kepada kaum muslimin untuk menjaga persatuan dan kesatuan dimanapun dan kapanpun. Dan Islam juga menentang fanatisme kesukuan, kebangsaan serta rasisme.
Sumber: Islam Alternatif oleh Ridho Habsyi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: