Lunglai Pemabuk

Wahai, (kudamba) hari itu
Saat kujadi debu di jalannya
Saat kutinggalkan hidup deminya
Saat jadi pencinta-sejatinya kuhanya
Wahai, (kudamba) hari itu
Saat segelas ramuan jiwa
Kut’rima dari tangan-lembutnya
Dan, dalam lupa dua dunia
Terantai di untaian rambutnya
Wahai, (kudamba) hari itu
Saat kepalaku di telapaknya
Ciuminya hingga hidup usai saja
Dan jadilah aku, hingga kiamat tiba
Mabuk dari gelasnya
Wahai, (kudamba) hari itu
Saat kuterbakar bagai pencinta
Selalu saja deminya, dan nanar
oleh wajah-manisnya
dalam bengongnya si pemabuk
Wahai, (kudamba) hari itu
Saat kumabuk kepayang
Dalam lunglai si pemabuk
Dan jadilah kutahu semua
Rahasia-rahasia- tersembunyinya
Wahai, (kudamba) hari itu
Saat kudapati di ujung-ranjangku
Yusuf penyejuk-mataku
Dan jika tidak, seperti Ya’kub
Dibuai bau-harumnya

karya imam Khomeini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: