Surat Cinta Imam Khomeini (Sisi Lain Kehidupan Imam qs)


Dear kasihku,
Kupersembahkan jiwaku untukmu…
Saat ini, ketika aku diuji berpisah dari anak-anakku
tersayang dan penguat hatiku, aku kemudian teringat
padamu dan keindahan wajahmu yang terlukis di dalam
cermin hatiku.

Kasihku, Aku berharap semoga Allah senantiasa
menjagamu dan memberikan kesehatan dan kebahagiaan
dalam lindungan-Nya. Sementara untukku, segala
kesulitan yang ada telah berlalu. Alhamdulillah apa
yang terjadi sampai saat ini adalah kebaikan dan
sekarang aku tengah berada di kota Beirut yang asri.**
Sejujurnya, ketiadaanmu di sisiku membuat perjalanan
ini menjadi sepi. Dengan hanya melihat kota dan laut
yang ada merupakan pemandangan yang sedap dipandang
mata. Aku tak dapat menghitung betapa besar keharuanku
ketika mengingat kekasihku tidak di sisiku menemaniku
menatap pemandangan indah yang meresap di kalbu.
Dar har hal, malam ini adalah malam kedua aku menanti
kapal yang akan membawa kami. Sesuai dengan ketentuan
yang ada, keesokan hari akan ada kapal yang bertolak
dari sini ke Jeddah. Sayangnya, karena kami agak
terlambat sampai di sini harus menanti kapal yang
lain. Untuk saat ini apa yang harus dilakukan belum
jelas. Aku berharap semoga Allah dengan belas
kasih-Nya kepada kakek-kakekku yang suci, sebagaimana
Ia mensukseskan perjalanan seluruh hamba-Nya untuk
melaksanakan haji, memberikan kesempatan yang sama
pula kepada kami.
Baca lebih lanjut

Membaca ‘Ali Shariati


Ali Shari’ati –yang lahir di Mashhad pada 1933– adalah rowshanfekr yang kompleks. Betapa kompleksnya Shari’ati, terpapar menerusi wacana bersimpang-siur mengenainya pasca revolusi Islam Iran 1979. Dengan kompleksiti ini, maka bagaimanakah cara paling jerneh untuk kita memahami Shari’ati? “Dengan mencermati sistem pemikirannya,” kata Abdolhossein Panah, penyelidik Institute for Islamic Culture & Thought (IICT), Iran.

Baca lebih lanjut

Kepeloporan Syiah dalam Ilmu Qur’an

Oleh: Ayatullah Sayyid Hasan Ash-Shadr

Sebelum memulai pembahasan, perlu diingatkan kedudukan Amiril Mukminin Ali bin Abi Thalib a.s. sebagai pemulai dan pelopor dalam mengembangkan berbagai ilmu Ulumul Qur’an. Sesungguhnya beliau telah mendiktekan enam puluhan cabang ilmu Ulumul Qur’an, dan menyebutkan contoh yang khas untuk setiap cabang. Semua itu terhimpun dalam sebuah buku yang kami riwayatkan dari beliau melalui bebarapa jalur periwayatan yang tersedia pada kami sampai sekarang ini. Buku itu adalah pedoman pokok bagi setiap orang yang telah menulis mengenai macam-macam cabang ilmu Al-Qur’an.

Mushaf atau kitab pertama yang menghimpun ayat-ayat Al-Qur’an sesuai dengan urutan masa penurunannya setelah wafat Nabi saw. adalah mushaf Amiril Mukminin Ali bin Abi Thalib a.s. Terdapat sejumlah riwayat mengenai hal ini dari jalur Ahlulbait secara mutawatir, dan dari jalur Ahlisunah secara mustafidz (satu tingkat di bawah mutawatir). Sebagiannya telah kami singgung di dalam kitab pertama kami, yakni Ta’sisusy-Syiah li Fununil Islam. Di sana kami telah mendiskusikan pandangan Ibnu Hajar Al-Asqolani secara kritis.
Baca lebih lanjut

Manusia, Ruh dan Al-Quran

Oleh: Abdullah Nasri
Ruh Menurut Al-Quran
Sebuah pertanyaan yang sampai saat ini jawabannya belum mampu memuaskan manusia adalah, apakah hakikat wujud manusia? Apakah wujud manusia hanya sebongkah badan materiel, atau juga membawa hakikat selain materi? Dengan kata lain, apakah al-Quran mengakui bahwa manusia adalah hakikat selain materi yang disebut dengan ruh atau menolaknya? Bila mengakui demikian, lalu bagaimana kitab suci ini menjelaskan hubungan ruh dengan badan? Apakah ruh ada setelah kejadian badan atau sebelumnya? Apakah al-Quran mengakui bahwa setelah kehancuran badan, ruh tetap ada atau tidak? Baca lebih lanjut

Mengapa al-Mahdi Harus Gaib?

Eksistensi memancar pada segala sesuatu dalam dua sisi: yang tak-tampak dan yang tampak. Eksistensi tak-tampak seperti ruh, jiwa, akal, perasaan, dan sebagainya adalah dimensi yang tak-terbatasi; sedangkan perwujudan lahiriah seperti lembaran yang sedang Anda baca ini, tubuh Anda yang sedang menggigil kedinginan atau berkeringat kegerahan…adalah sisi yang terbatas dan terukur. Jadi, semua yang terlihat atau terindra adalah sisi terbatas, terukur dan terkecil dari eksistensi. Baca lebih lanjut

FILSAFAT PENCIPTAAN MANUSIA

Apakah Tujuan dari Penciptaan Manusia?

Hanya sedikit individu yang tidak mempertanyakan pertanyaan ini kepada dirinya sendiri atau kepada orang lain. Setiap saat terdapat kelompok manusia yang senantiasa lahir di dunia ini, kemudian diikuti oleh kelompok-kelompok lain yang meninggal dunia. Apakah sebenarnya tujuan dari kedatangan dan kepergian ini?

Seandainya kita, manusia, tidak hidup di bumi ini, kira-kira bagian alam manakah yang akan rusak? Dan apakah masalah yang akan timbul? Apakah kita perlu untuk mengetahui; mengapa kita datang dan pergi? Dan untuk mengetahui makna dari semua ini, apakah kita punya kemampuan untuk itu? Dan beribu pertanyaan lain sebagai konsekuensi dari pertanyaan-pertanyaan semacam ini akan memenuhi pikiran manusia. Baca lebih lanjut

Imam Sajjad Penebar Misi Asyura

Imam Sajjad, Penyebar Misi Asyura
Hari ini bertepatan dengan peringatan hari syahidnya. Imam Ali bin Husein Zainal Abidin Al-Sajjad. Ia merupakan salah satu saksi hidup tragedi pembantaian Imam Husein as dan keluarganya di padang Karbala. Namun berkat ijin ilahi, beliau berhasil bertahan hidup, sehingga jejak perjuangan ayahnya, Imam Husein as tetap bisa dilanjutkan.

Baca lebih lanjut

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.